Sabtu, 07 April 2012

URUGUAY FORCED FLIGHT 571

Hello In this post . . I will tell you about the Uruguay forced flight 571 Tragedy . .
Uruguayan Air Force Flight 571, also known less formally as the Andes flight disaster, was an airline flight carrying 45 people that crashed in the Andes on October 13, 1972. The event was concluded by December 23, 1972 when the last of 16 survivors were rescued.

The only food they were left with was some chocolate, nougat, crackers and jam. In addition they had some large bottles of wine and brandy that the pilots had bought in Mendoza. This was not much for 26 survivors. This food was rationed as best as possible - One deodorant cap of wine, one chocolate piece for everyone at a meal time - but it was clear it would not last and that they would not be rescued soon. If they couldn't find another source of food they would all die.

The survivors were left with a grim decision, they knew that the only way to survive was to eat the flesh of their dead friends. One survivor, Pedro Algorta, thought of it as communion, from their friends' deaths, the others would live. Canessa, who was one of the first to mention the idea, went out into the snow to one of the bodies and using a shard of glass cut from it several slivers of flesh. One by one most of the survivors took a piece and forced it down their throats. Some, including Coche Inciarte, and the Methols refused to eat it, so they were given the rest of the dwindling chocolate; it wasn't long before this ran out and these few who had refused reluctantly ate as well.






























 Okey . .this is information I can give to  you . . I hope . . This will be useful for you . . Thank you . . . ..

Bahasa Indonesia

Hai . . Dalam post kali ini saya akan menceritakan sebuah kisah mengerikan tentang Kanibalisme . . Tapi dalam kisah ini mereka melakukan kanibalisme demi mempertahankan hidup karena mereka terdampar di gunung salju setelah mengalami kecelakaan hebat . . .
 Inilah kasus kanibalisme paling terkenal dalam sejarah, terjadi di pegunungan Chili, Andes—perbatasan Argentina-Chilli– pada musim dingin tahun 1972. Peristiwa ini bermula dengan jatuhnya pesawat carteran Uruguay Air Force Flight 571 yang membawa 45 orang penumpang, termasuk di dalamnya tim rugby dan keluarganya, di pegunungan Chili, Andes, 13 Oktober 1972.

Dari kecelakaan itu, 29 penumpang berhasil selamat, namun medan yang berat membuat satu demi satu korban berjatuhan. Delapan orang tewas tertimbun longsoran salju, beberapa lainnya menyusul ke alam baka karena berbagai sebab, di antaranya, suhu yang luar biasa dingin dan cidera. Praktis yang tersisa hanya 16 orang, mereka berhasil di selamatkan pada 23 Desember 1972.

Pesawat carteran Uruguay Air Force Flight 571 yang membawa 45 orang penumpang, termasuk di dalamnya tim rugby dan keluarganya, di pegunungan Chili, Andes, 13 Oktober 1972. Itupun, setelah mereka sendiri berjuang mencari bantuan, karena operasi penyelamatan telah dihentikan jauh-jauh hari. Pemerintah setempat sudah menganggap mereka sebagai korban hilang yang tak ditemukan, sampai akhirnya para korban itu datang sendiri melaporkan lokasi mereka. Luar biasa!!!

Bayangkan, berada di ketinggian 3.600 meter di atas permukaan laut pada saat musim dingin sedang hebat-hebatnya. Salju yang turun deras, nyaris membekukan semuanya. Nah, para korban ini, hanya memakai pakaian seadanya, tidak ada makanan, siapapun tak bisa berpikir normal. Bagaimana caranya bertahan hidup, survive, itulah satu-satunya yang ada dalam pikiran mereka.Dan, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan memakan teman-teman mereka yang telah tewas. Ini bukan keputusan mudah, bahkan terlalu berat, tapi harus dilakukan jika ingin hidup. Biasanya, dalam keadaan terjepit seperti itu, orang baru mengerti betapa berharganya sebuah kehidupan. Dan mereka berjuang untuk mempertahankannya, apapun caranya.

Yang menyakitkan, lewat radio mereka memonitor kalau upaya pencarian mereka dihentikan karena lokasi kecelakaan tidak ditemukan. Operasi penyelamatan mereka dihentikan setelah delapan hari pencarian, atau 11 hari mereka jatuh di gunung. Pihak berwenang menganggap semua korban pasti tidak ada yang selamat. Bisa dimaklumi, lokasi pengunungan itu sangat sulit diakses, sementara dari udara terlihat semua berwarna putih karena tertutup salju. Celakanya, pesawat itu pun berwarna putih.Persisnya, 72 hari mereka survive sebelum akhirnya ditemukan tim SAR. Itupun setelah dua orang dari korban, Nando Parrado dan Roberto Canessa, berjuang mencari bantuan. Mereka menuruni pegunungan, mencari jalan menuju ‘kehidupan’. Selama 12 hari keduanya menempuh jalan sulit, penduduk setempat, Sergio Katalan, menemukan mereka. Endingnya, semua korban (16 orang) dibawa ke rumah sakit Santiago dan dirawat karena menderita penyakit ketinggian , dehidrasi , radang dingin , patah tulang, kudis dan gizi buruk.

Pengalaman luar biasa ini, difilmkan pada tahun 1993, dan sejak itu menjadi salah satu kisah ajaib paling terkenal sepanjang masa. Tahun 2006 lalu, Nando Parrado, salah seorang selamat, membukukan pengalamnya yang dramatis itu dalam buku berjudul Miracle in the Andes: 72 Days on the Mountain and My Long Trek Home.



 Bagaimana menurut anda . . Mengerikan ataukah mengharukan . . Itulah sedikit pengetahuan yang bisa saya bagikan kepada anda . . Semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita terhadap dunia . . Terima kasih banyak . . . .. . . ..














Tidak ada komentar: